Kita lahir di bumi ini dalam keadaan tak berilmu. Oleh
karena itu, setiap orang tua berkewajiban mendidik dan mengajarkan ilmu
pengetahuan kepada anaknya. Karena manusia lahir ke dunia dalam keadaan
tak berilmu, maka Allah SWT memerintahkan kepada semua manusia, terutama
umat islam untuk belajar atau menuntut ilmu sebagai bekal untuk
menjalani hidup. Hal ini sesuai dengan sabda Rasul;
“Belajarlah
karena seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan pandai, dan pemilik
ilmu itu tidak sama dengan orang yang bodoh.”Dalam pandangan islam, ilmu
adalah sesuatu yang tergolong suci. Ilmu bagaikan pelita atau cahaya di
malam yang gelap. Seseorang tak kan dapat berjalan dengan baik di malam
yang gelap tanpa cahaya atau pelita, demikian pula halnya tak dapat
seseorang membedakan yang benar dan salah, kecuali dengan ilmu. Mengenai
perintah menuntut ilmu, Allah SWT memerintahkan secara tersirat dalam
wahyu yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW,
QS.Al-Alaq.ayat1–5: Wahyu pertama ini, sebagai tanda pengangkatan
Muhammad menjadi utusan Allah, memerintahkan “Iqro’= bacalah”. Meski tak
secara langsung mengatakan “belajarlah”, namun perintah Allah dalam
ayat ini untuk membaca adalah perintah tersirat kepada manusia untuk
belajar, karena membaca merupakan salah satu cara untuk belajar. Membaca
yang dimaksudkan disini tak sekedar membaca buku atau materi pelajaran,
tetapi juga bermakna sebagai perintah untuk membaca dan memahami
tanda-tanda kebesaran Allah.
Bahwa hukum
menuntut ilmu pada dasarnya adalah wajib/fardhu. Ada yang hukumnya
fardhu ‘ain seperti menuntut ilmu agama, terutama yang berkaitan dengan
ibadah kepada Allah seperti cara berwudhu, shalat, dan sebagainya. Ada
pula yang hukumnya fardu kifayah, seperti ilmu-ilmu yang dibutuhkan
untuk mendukung urusan-urusan dunia, seperti ilmu kedokteran karena ilmu
ini menjadi sesuatu yang penting untuk memelihara tubuh, atau ilmu
hitung karena ini menjadi sesuatu yang penting didalam muamalah (jual
beli), pembagian wasiat, harta waris dan lainnya.
Selain
itu, hukum menuntut ilmu bisa berubah menjadi haram jika ilmu yang
dipelajari dapat mendatangkan mudharat bagi diri sendiri maupun orang
lain, atau menyesatkan dan membahayakan, seperti ilmu hitam, ilmu sihir,
ilmu santet dan sebagainya.
Kita harus berilmu agar
selamat hidup di dunia dan di akhirat. Karena dengan berilmu kita akan
tahu mana yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan mana
yang dilarang, atau mana yang disunnahkan oleh Rasul-Nya dan mana yang
tidak sesuai dengan sunnah (bid’ah).
Dengan
ilmu kita tahu tentang hukum halal dan haram, kita mengetahui makna
kehidupan dunia ini dan kehidupan setelah kematian yaitu alam kubur,
kita tahu kedahsyatan Mahsyar dan keadaan hari kiamat serta kenikmatan
jannah dan kengerian neraka, dan lain sebagainya.
Dengan ilmu dapat mendatangkan rasa takut kepada Allah Ta’ala, karena sungguh Dia Yang Maha Mulia telah berfirman :
“Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya adalah orang yang berilmu (ulama).” (QS. Fathir : 28).
Allah
mewajibkan manusia menuntut ilmu bukan tanpa sebab. Ada banyak sekali
keutamaan menuntut ilmu yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Sunnah
Rasul.:
1.Allah Subhaanahu wata’aala akan mengangkat derajat orang yang berilmu
“Allah
akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu beberapa derajat.“ (QS. Al-Mujadilah : 11)
2. Ilmu adalah warisan para nabi,
barangsiapa yang mengambilnya maka dia telah mendapat keuntungan yang
sangat besar. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan uang dinar dan
tidak pula uang dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka
barangsiapa yang mengambilnya, dia telah mendapatkan keuntungan yang
besar.” (HR. Abu Dawud dan At-Timidzi dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)
3. Jika Allah menghendaki kebaikkan seorang hamba maka Allah akan memberikan pemahaman agama kepadanya.
“
Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikkan pada dirinya maka Allah akan
pahamkan dia dalam agama.” (HR. Bukhari dari Shahabat Mua’wiyah)
4. Allah akan memudahkan bagi orang yang menuntut ilmu jalannya menuju surga.
“Barangsiapa
yang menempuh jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan menudahkan
jalannya menuju surga.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
5. Ilmu kebaikkannya akan tetap ada walaupun orangnya sudah mati.
“Jika
seseorang meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali tiga
perkara, yaitu : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang
shalih yang mendoakannya (kedua orang tuanya).” (HR. Muslim)
6. Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra.,
ia berkata: Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak
ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu
terhadap orang yang Allah berikan harta, ia menghabiskannya dalam
kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan
dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain." (Shahih Muslim
No.1352)
Bagi seorang pelajar atau murid haruslah menepati beberapa syarat untuk menuntut ilmu agar ilmu yang dicari
akan
memberi manfaat kepadanya di dunia mah\upun di akhirat. Di antara
adab-adab yang perlu dimiliki oleh seorang penuntut ialah seperti
berikut:
* Niat yang ikhlas kepada Allah swt .
Yakni mencari ilmu karena ia merupakan satu kefardhuan daripada Allah.
Mencari ilmu bukan bertujuan untuk mendapat pujian dunia semata-mata
atau untuk berdebat dengan orang jahil. Barang siapa yang mencari ilmu
dengan tujuan selain daripada karena Allah swt maka telah siap untuknya
neraka Allah swt.
* Tekun dan bertawakkal hanya kepada Allah swt.
Sesungguhnya Allah swt sangat suka kepada orang yang melakukan sesuatu
pekerjaan lalu ia tekun mengerjakannya. kita hendaklah bertawakkal hanya
kepada Allah swt. saja dalam segenap hal, lebih-lebih lagi dalam
masalah menuntut ilmu . Ini kerana kita sebagai hamba hanya mampu
berusaha tetapi Allahlah yang menentukan segalanya.
* Menjauhi segala maksiat.
Maksiat adalah satu puncak daripada puncak-puncak seseorang pelajar itu
susah untuk menerima, memahami dan mengamalkan sesuatu ilmu. Seorang
pelajar perlulah berusaha semampu yang boleh untuk mengelakkan dirinya
daripada sebarang maksiat. Sekiranya ia melakukan maksiat secara tidak
sadar maka segeralah bertaubat kepada Allah swt. Orang yang sempurna
bukan orang yang tidak pernah melakukan maksiat tetapi orang yang
sempurna ialah orang yang apabila ia melakukan maksiat ia terus
bertaubat kepada Allah swt dengan segera.
* Memilih kawan yang soleh.
Kawan sangat berperan penting bagi orang yang hendak menuntut ilmu.
Kita akan senang terpengaruh dengan akhlak kawan, sekiranya kita memilih
kawan yang soleh mudah-mudahan kita akan menjadi insan yang soleh juga.
* Banyakkan zikir atau mengingati Allah swt.
Kita tidak akan melakukan sesuatu maksiat di saat kita mengingati Allah
swt. Zikir juga akan memberi ketenangan kepada jiwa kita. Apabila jiwa
kita tenang maka segalah masalah akan dapat diselesaikan dengan baik.
* Menghormati diri sendiri dan orang lain. Banyak
orang yang boleh menghormati orang lain tetapi tidak ramai orang yang
mampu menghormati diri sendiri seperti tidak melakukan perkara-perkara
yang boleh merasakkan badan,roh dan akal.
* Doa dari ibu bapa.
Doa ibu bapa memainkan peranan penting dalam kejayaan seseorang
pelajar. Doa yang tidak akan ditolak oleh Allah swt ada tiga golongan
yaitu doa orang yang dizalimi,doa ibubapa dan doa orang musafir.
* Istiqomah atau terus menerus dalam amal dan menuntut ilmu butuh waktu yang lama (bukan hanya sebentar).
* Menghormati guru.
Seorang pelajar wajib menghormati gurunya untuk mendapat keberkahan
dalam hidupnya. Gurulah yang berkorban untuk menjadikan kita seorang
yang berilmu pengetahuan..
* Beramal dengan ilmu yang dipelajari.
Allah amat murka kepada mereka yang mempunyai ilmu tetapi tidak
mengamalkannya. Ilmu yang tidak diamal ibarat pohon yang tidak berbuah
Oleh : Rhegy Pratidina I
Sumber : NugrahaUP